PEREKONOMIAN

Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2005, menunjukan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,18 persen tahun 2005, dengan rata-rata pertumbuhan pertahun sebesar 4,15%. Pertumbuhan ini disumbangkan oleh Sektor Pertanian sebesar 4,42%, Sektor Pertambangan dan Penggalian 3,91%, Sektor Industri Pengolahan sebesar 4%, Sektor Listrik dan Air Bersih sebesar 3,52%, Sektor Bangunan 4,22%, Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 4,19%, Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 3,63%, Sektor Keuangan 4,07%, dan Sektor Jasa – Jasa 3,77%, selanjutnya dapat di lihat pada tabel berikut:

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Halmahera Barat atas dasar harga berlaku Tahun 2003-2005.

 

Sektor

2003

2004

2005

Pertanian

72864.63

76092.29

79610.47

Penggalian

230.82

239.71

249.46

Industri Pengolahan

41976.49

43784.46

45608.65

Listrik dan Air Bersih

1225.88

1277.58

1324.23

Bangunan

1113.81

1114.81

1163.87

Perdagangan,HTL dan Restoran

47806.80

49849.33

52031.12

Angk.Dan Komunikasi

10959.89

11411.84

11842.13

Keu.Persewa Dan Jasa Perusahaan

5651.83

5890.32

6140.00

Jasa-jasa

7367.40

7683.41

7984.30

PDRB

189197.60

197343.80

205954.20

Sumber : PDRB Halamhera Barat  2005

 

Berdasarkan tabel 4.3, menunjukan bahwa sektor primer memberikan konstribusi yang dominan terhadap fundamental ekonomi Halmahera Barat, di sisi lain serapan angkatan kerja juga disumbangkan oleh sektor pertanian, utamanya pada sub sektor perkebunan, perikanan dan tanaman pangan. Sektor lain yang juga mulai memberikan dampak positif adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran, transportasi dan komunikasi, bangunan, dan jasa-jasa, hal ini disebabkan penyelenggaraan pemerintahan yang sudah di fokuskan di Jailolo sebagai ibukota kabupaten

Diharapkan dengan terus meningkatnya kinerja ekonomi, dapat menyerap angkatan kerja usia produktif secara bertahap untuk mengurangi angka penganguran yang mencapai 34,32%, sehingga pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dapat memberikan implikasi bagi pemerataan distribusi pendapatan, yang mampu meningkatkan daya beli masyarakat, dengan harga yang terjangkau. Untuk mendorong makin membaiknya perekonomian Halmahera Barat dibutuhkan merumuskan kembali sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sesuai dengan karekteristik ekonomi Halmahera Barat, untuk meningkatkan pendapatannya, melalui peningkatan skill pengelolaan usaha mikro, koperasi dan menengah (UMKM).

 

Berdasarkan data APBD tahun 2005, jumlah pendapatan sebesar Rp.138.002.039.320, baik yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan bagi hasil pajak dan bukan pajak, serta pendapatan lain-lain. Pada aspek belanja pemerintah untuk tahun 2005, yang dialokasikan bagi belanja aparatur sebesar 53.099.110.368,- sedangkan untuk belanja publik  sebesar Rp. 75.276.717.333,- jika dilihat dari komposisi belanja sektor publik jauh lebih besar terserap dalam alokasi anggaran tahun 2005, namun dalam kategori anggaran terdapat belanja pegawai personalia dan pemeliharaan yang jauh lebih dominan, hal ini disebabkan masih terdapat salah presepsi dimana gaji guru, para medis, dan beberapa komponen gaji pegawai dialokasikan sebagai belanja publik yang mengakibatkan alokasi anggaran sektor publik jauh lebih besar, sementara yang dari setiap tahun anggaran pada belanja publik lebih diorentasikan pada belanja modal sehingga dengan demikian akan memberikan efek bagi harta (aktiva) pemerintah yang dapat dimanfaatlkan oleh publik (masyarakat)

2017-06-01 00:00:00
agenda