PERTANIAN

Sektor Pertanian

 

Sub sektor pertanian merupakan salah satu potensi yang menjadi andalan Kabupaten Halmahera Barat. Potensi tersebut antara lain tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Dengan posisi yang strategis berada dekat dengan Kota Ternate, Sub sektor pertanian Halmahera Barat menjadi pemasok utama hasil-hasil untuk pasar di Kota Ternate.

Tanaman Pangan Halmahera Barat memiliki tingkat keragaman komoditas yang sangat tinggi. Ada tujuh komoditas di sub sektor Tanaman Pangan yang banyak diusahakan oleh petani di Halmhera Barat. Komoditas tersebut yaitu; padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, dan kacang kedelai.  Komoditas ini tersebar di 9 (sembilan) kecamatan di Halmahera Barat.

Padi sawah hanya diusahakan oleh petani di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Jailolo, Sahu Timur, dan Ibu Selatan. Rendahnya usaha padi sawah di Halmahera Barat karena budaya masyarakat bukan sebagai petani padi sawah, tetapi padi ladang (padi gogo). Selain itu, keterbatasan lahan yang memiliki kecocokan untuk padi sawah hanya terdapat di kecamatan tertentu saja termasuk di 3 (tiga) kecamatan penghasil padi sawah tersebut. Luas lahan padi sawah yang terdapat di 3 (tiga) kecamatan relatif kecil. Total luas lahan sawah sebesar di Halmahera Barat adalah 74 hektar (Ha), sedangkan luas panen baru mencapai 57 Ha, Rata-rata produksi padi sawah di Halamhera Barat sebesar 3.6 Ton per hektar. Kondisi ini masih jauh dari rata-rata produksi padi nasional + 7 Ton per Ha.

Komoditas padi ladang diusahakan di 8 (delapan) kecamatan Kabupaten Halmahera Barat, hanya Kecamatan Jailolo Timur yang tidak mengusahakan komoditas padi ladang. Total luas lahan padi ladang sebesar 894 Ha, dengan luas panen sebesar 871 Ha, dengan rata-rata produktivitas sebesar 2.5 Ton per Ha. Dengan kondisi tersebut potensi padi ladang berada di kawasan Sahu dan Ibu, pada 2 wilayah sentra produksi padi ladang ini terdapat 5 kecamatan, dimana budaya masyarakat petani adalah petani tanaman keras dan padi ladang.

Halmahera Barat mempunyai potensi komoditas jagung yang cukup potensial, dengan luas lahan sebesar 1.619 Ha, memiliki luas panen sebesar 1.402 Ha, dan Produksi sebesar 4.968 Ton/Tahun, atau memiliki produktivitas rata-rata sebesar 3.5 Ton per Ha. Namun usaha ini tidak menyebar merata, hanya di Kecamatan Jailolo dan Sahu Timur yang banyak diusahakan oleh petani, sedangkan Kecamatan Jailolo Timur tidak ada yang mengusahakan komoditas jagung. Orientasi produksi jagung Halamhera Barat masih sebatas pasar lokal dan regional, yaitu pasar di wilayah Halamhera Barat dan Kota Ternate.

Kecamatan Jailolo Selatan, Sahu Timur, Sahu, dan Jailolo adalah wilayah-wilayah yang memiliki potensi komoditas ubi kayu (kasbi). Total luas lahan ubi kayu di Halamhera Barat sebesar 2.071 Ha, dengan luas panen sebesar 2.047 Ha. Produksi ubi kayu Halamhera Barat sebesar 19.123 ton/tahun, atau rata-rata produksi sebesar 9.341 Ton/Ha. Namun dengan potensi tersebut ubi kayu tersebut belum mempunyai  orientasi pasar ke sektor industri. Selama ini ubi dijadikan oleh masyarakat Halamhera Barat sebagai komoditas pengganti atau pelengkap kebutuhan karbohidrat.

Komoditas ubi jalar (batata) banyak diusahakan di Kecamatan Ibu Selatan, Ibu Utara, dan Ibu. Sedangkan kecamatan lainnya memiliki luas lahan yang kecil. Total luas lahan ubi jalar di Halamhera Barat sebesar 917 Ha, dengan luas panen sebesar 870 Ha, sedangkan produksi sebanyak 7.044 ton/tahun, produksi rata-rata ubi kayu di Halamhera Barat sebesar 8 ton/Ha. Orientasi pasar ubi jalar hampir sama dengan komoditas pangan lainnya hanya pada pasar lokal dan regional di Ternate.

Kacang Tanah sebagian besar diusahakan di Kecamatan Ibu Utara dan Sahu Timur. Sedangkan di 7 (tujuh) kecamatan lainnya diusahakan tidak sebesar 2 (dua) kecamatan tersebut. Luas lahan kacang tanah sebesar 768 Ha, untuk luas panen sebesar 748 Ha, dengan produksi sebesar 785 Ton/tahun, atau rata-rata produktivitas sebesar 1 Ton/Ha. Orientasi kacang tanah juga masih disekitar pasar lokal dan regional yaitu di Wilayah Halamhera Barat dan Kota Ternate.

Komoditas kedelai di Halamhera Barat hanya diusahakan di 2 (dua) kecamatan yaitu di Kecamatan sahu Timur dan Kecamatan Jailolo. Total luas lahan adalah 41 Ha, dengan luas panen sebesar 37 Ha. Dengan kondisi tersebut kedelai di Halamhera Barat diproduksi sebesar 39 ton/tahun, dengan rata-rata produktivitas 1 Ton/Ha.

Untuk tanaman hortikultura Halamhera Barat juga memiliki potensi yang besar, diantaranya terdapat komoditas sayur-sayuran dan komoditas buah-buahan. Komoditas sayuran seperti tomat, petsai, kubis, ketimun, terong, buncis, kacang panjang, cabe, kangkung, dan bayam. Sedangkan buah-buahan yaitu alpukat, jeruk, belimbing, sukun, durian, jambu, manggis, semangka, mangga, langsat, nenas, nangka, rambutan, dan salak. Masing-masing komoditas ini tersebar di 9 (sembilan) kecamatan. Umumnya komoditas hortikultura tersebut di pasarkan selain di wilayah Halamhera Barat juga dipasarkan di Kota Ternate dan Kota Tobelo.

Komoditas tomat banyak diusahakan di Kecamatan Ibu Selatan (15 Ha), Ibu Utara (12 Ha), dan Sahu Timur sebesar (11 Ha), total luas tanaman tomat di Halamhera Barat sebesar 75 Ha, dengan produksi per tahun sebesar 565 ton/tahun. Komoditas sawi banyak diusahakan di Kecamatan Sahu Timur (4 Ha), kemudian Kecamatan Ibu (3 Ha), dan Kecamatan Ibu Selatan, Sahu, Jailolo Selatan, dan Jailolo masing sebesar (2 Ha). Total luas panen sawi di Halamhera Barat sebesar 16 Ha, dengan produksi 118 ton/tahun. Untuk tanaman kol/kubis hanya diusahakan di Kecamatan Sahu Timur (2 Ha), kemudian di Wilayah Jailolo, Jailolo Selatan, Sahu, dan Ibu Selatan masing-masing sebesar 1 Ha, sehingga total luas panen kubis di Halamhera Barat sebesar 6 Ha, dengan produksi 52 ton/tahun. Komoditas ketimun banyak diusahakan di Sahu Timur (7 Ha), Jailolo Selatan (6 Ha), dan Jailolo (5 Ha), kemudian pada kecamatan lainnnya, sehingga total luas panen ketimun di Halamhera Barat sebesar 30 Ha, dengan produksi sebesar 285 ton/tahun. Terong banyak diusahakan di Kecamatan Ibu Selatan (8 Ha), Ibu (7 Ha), dan Sahu Timur, Jailolo, dan Jailolo Selatan masing-masing  6 Ha, total luas panen terong di Halamhera Barat sebesar 42 Ha, dengan produksi 387 ton/tahun. Kemudian komoditas Buncis banyak diusahakan di Kecamatan Sahu Timur (4 Ha), Jailolo Selatan (4 Ha), dan Jailolo sebesar (3 Ha), Total usaha buncis sebesar 15 Ha, dengan produksi sebesar 119 ton/tahun. Untuk komoditas Kacang panjang banyak diusahakan di Kecamatan Sahu Timur (9 Ha), Ibu Selatan (8 Ha), dan Jailolo (8 Ha), total luas kacang panjang sebesar 49 Ha, dengan produksi sebesar 147 Ton/tahun. Untuk komoditas cabe di Kecamatan Sahu Timu (25 Ha), Jailolo (16 Ha), Jailolo Selatan (14 Ha), dan Ibu (14 Ha) atau total luas komoditas cabe di Halamhera Barat sebesar 113 Ha, dengan produksi per tahun sebesar 330 ton. Kangkung merupakan salah satu komoditas yang dihasilkan di Halmahera Barat, usaha komoditas ini banyak terdapat di Kecamatan Sahu Timur (8 Ha), Jailolo Selatan (8 Ha) dan Ibu Selatan (7 Ha), atau total luas lahan komoditas kangkung sebesar 45 Ha, dengan produksi per tahun sebesar 456 ton. Sedangkan komoditas bayam banyak terdapat di Kecamatan Sahu Timur (5 Ha), Jailolo Selatan (4 Ha), dan Jailolo (4 Ha), luas komoditas bayam di Halmahera Barat sebesar 24 Ha, dengan produksi 37 ton/tahun.

Untuk komoditas buah-buahan, dari 14 buah-buahan yang diusahakan di Halmahera Barat yang paling menonjol ada 6 komoditas yaitu; jeruk, durian, manggis, langsat, rambutan, dan salak. Untuk komoditas jeruk diusahakan di kawasan transmigrasi Goal kecamatan Sahu Timur dengan luas sebesar 25 Ha, sedangkan total luas di Halmahera Barat sebesar 27 Ha. Produksi jeruk sebesar 373 Ton/Tahun. Untuk komoditas durian merupakan buah-buahan yang telah menjadi icon Halmahera Barat, banyak terdapat di Kecamatan Sahu Timur (10 Ha), Sahu (9 Ha), Jailolo (8.7 Ha) atau total luas durian di Halmahera Barat sebesar 40 Ha dengan produksi per tahun sebesar 877 ton. Komoditas manggis banyak diusahakan di Kecamatan Sahu Timur dan Sahu masing-masing memiliki luas luas sebesar 3 Ha, sedangkan Jailolo, Ibu, dan Ibu Utara masing-masing memiliki luas sebesar 2 Ha. Secara umum komoditas manggis memiliki luas sebesar 15 Ha, dengan produksi sebesar 31 ton/tahun. Langsat banyak diusahakan di Kecamatan Ibu (52 Ha), Ibu Selatan (49 Ha), dan Jailolo (32 Ha) dan secara umum Halamhera Barat memiliki luas komoditas langsat sebesar 229 Ha, dengan produksi sebesar 2.359 ton/tahun. Untuk komoditas rambutan terdapat di Kecamatan Jailolo (14 Ha), Sahu Timur (13 Ha), dan Sahu (12 Ha), atau secara keseluruhan memiliki luas panen sebesar 63 Ha dengan produksi per tahun sebesar 383 ton. Kemudian komoditas salak banyak diusahakan di Kecamatan Ibu (13 Ha), Ibu Utara (11 Ha), dan Ibu Selatan (8 Ha) atau secara umum luas areal salak sebesar 50 Ha dengan produksi sebesar 555 ton per tahun.

Pada Sub Sektor peternakan di Halmahera Barat memiliki keragaman yang tinggi, antara lain ada ternak sapi, kambing, babi, dan jenis unggas. Berdasarkan data statistik pertanian tahun 2006, untuk ternak sapi banyak diusahakan di Kecamatan Jailolo Timur sebanyak 2.736 ekor, Kecamatan Jailolo Selatan sebanyak 2.074 ekor, dan Kecamatan Jailolo sebanyak 1.806, sedangkan total populasi sapi di Halmahera Barat adalah sebesar 8.822 ekor. Untuk populasi kambing terbesar di Kecamatan Jailolo sebesar 3.650 ekor, Kecamatan Jailolo Timur sebesar 1.336 ekor, dan Kecamatan Jailolo Selatan sebesar 681 ekor, sedangkan jumlah populasi kambing di Halmahera Barat sebanyak 7.184 ekor. Untuk populasi babi terbanyak di Kecamatan Ibu Selatan sebanyak 2.526 ekor, kemudian Kecamatan Loloda sebanyak 2.325 ekor, dan Kecamatan Ibu Utara sebanyak 2.087 ekor, sedangkan total populasi babi di Halmahera Barat sebanyak 11.163 ekor. 

 

Pemotongan ternak dan unggas di Halmahera Barat tahun 2006 memiliki keragaman tersendiri. Untuk 4 jenis ternak, masing-masing sapi, kambing, babi, dan jenis unggas, secara keseluruhan di Halmahera Barat unggas memiliki jumlah pemotongan yang sangat besar yaitu 3.87 ekor, kemudian babi 556 ekor, kambing 346 ekor, dan sapi 270 ekor. Sedangkan dari aspek produksi daging di tahun 2006 jenis unggas juga memiliki produksi yang besar yaitu 126.060 kg/tahun, babi sebesar 61.160 kg/tahun, sapi sebesar 46.407 kg/tahun, dan kambing 17.300 kg/tahun.

2017-06-01 00:00:00
agenda