WISATA ALAM

1. Wisata Alam

Potensi alam di Kabupaten Halmahera Barat merupakan modal dasar bagi pengembangan wisata. Hal ini dikarenakan daya tarik yang secara alami sudah tersedia sehingga relatif lebih mudah dalam pengembanganya. Potensi wisata ini terdapat pada tiap wilayah kecamatan sehingga dalam pengembangannya dapat memberi dampak pemerataan pembangunan. Potensi wisata tersebut adalah berupa gunung-gunung, danau/telaga, air terjun, hutan, sumber air panas dan lahan-lahan pertanian masyarakat.

 

Beberapa potensi tersebut, saat ini beberapa diantaranya sudah dikembangkan sebagai lokasi wisata, seperti misalnya Pantai Akelamo di Kecamatan Sahu, Pantai Kelapa Empat di Kecamatan Ibu Selatan, Pantai Tongute dan pemandian air panas di Kecamatan Ibu Selatan, Air Terjun Mu’uti, Air Terjun Goin di Kecamatan Ibu Utara dan Pulau Sidua di Kecamatan Loloda yang didatangi pengunjung setempat dari berbagai kalangan pada hari libur dan akhir pekan. Hal ini memperlihatkan adanya kebutuhan masyarakat setempat terhadap lokasi-lokasi wisata. Dengan demikian pengembangan wisata disini akan dapat memutar kembali pendapatan masyarakat setempat di wilayahnya sendiri dan sebagai upaya penarik masyarakat commuter yang selama ini lebih berorientasi ke Kota Ternate.

 

Pengembangan potensi wisata alam lainnyan, seperti Gunung Jailolo, Gunung Gamkonora dan Telaga Ranu lebih mengarah kepada jenis wisata minat khusus, yaitu dari kelompok wisatawan petualangan dan para peneliti. Aktifitas wisata petualangan yang dapat dikembangkan adalah pendakian gunung dan penelitian (terutama tentang jenis-jenis burung endemik dan langka). Pengembangan wisata alam jenis ini dapat menarik minat wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara. Kelompok wisatawan ini, umumnya tidak menuntut ketersedian dan kelengkapan fasilitas wisata melainkan lebih menuntut ketersediaan program-program wisata dan jasa pemanduan. Untuk itu, maka berbagai kegiatan penelitian terhadap berbagai karakteristik ekosistem yang ada dan pelestarian kealamian lokasi menjadi bagian penting dalam tahap prakondisi pengembangan wisata alam ini.

 

2. Wisata Perairan

Potensi wisata yang paling fenomenal di Kabupaten Halmahera Barat adalah potensi wisata bahari. Luas wilayah lautan kabupaten ini hampir enam kali luas wilayah daratan. Halmahera mempunyai resort pantai dan terumbu karang yang cukup bagus disertai dengan beragamnya spesies ikan hias. Selain itu perairan sebelah barat kabupaten ini merupakan wilayah yang mempunyai potensi sumberdaya ikan yang besar, karena termasuk salah satu di antara sembilan fishing ground potensial di Indonesia. Oleh karenanya pengembangan sport fishing sebagai wisata potensi sangat bagus.

 

3    Wisata Budaya

Wisata budaya merupakan perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kujungan atau peninjanuan ke tempat lain atau luar negeri untuk memepelajari keadaan rakyat, kebiasaan, dan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, budaya dan seni mereka. Wisata budaya merupakan wisata yang daya tariknya bersumber dari obyek kebudayaan, seperti peninggalan sejarah/purbakala, museum, atraksi kesenian, peristiwa khusus, obyek lain yang berkaitan dengan obyek wisata budaya. Seringkali perjalanan wisata semacam ini merupakan kesempatan untuk mengambil bagian dalam kegiatan kebudayaan di tempat yang dikunjungi. Terdapat prinsip-prinsip dasar dalam wisata budaya yaitu :

1.      Wisata domestik dan internasional merupakan suatu alat yang paling penting dalam pertukaran budaya. Karena itu konservasi budaya harus menyediakan tanggung jawab dan kesempatan bagi masyarakat lokal dan pengunjung untuk mengalami dan memahami warisan komunitas dan budayanya.

2.      Hubungan anatara tenpat historis dan wisata bersifat dinamis serta melibatkan nilai-nilai yang merupakan nilai-nilai yang memiliki konflik. Hal tersebut harus dapat dikelola dalam sustu cara yang mendukung generasi saat ini dan yang akan datang.

3.      Perencanaan wisata dan konservasi untuk tempat-tempat warisan budaya harus dapat menjamin bahwa pengalaman yang didapatkan pengunjung akan berharga, memuaskan dan menggembirakan.

4.      Masyarakat asli dan penduduk di pemukiman harus dilibatkan dalam perencanaan konservasi dan wisata.

5.      Aktivitas wisata dan konservasi harus menguntungkan bagi penduduk asli.

6.      Program wisata budaya harus dapat melindungi dan meningkatkan karakteristik warisan alam dan budaya.

 

Kabupaten Halmahera Barat merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai tradisi yang kuat. Pelestarian tradisi tersebut tercermin dalam rumah-rumah adat, upacara-upacara adat, musik tradisional serta tari tradisional.        

 

Adapun gambaran konsep pembagian wilayah dan kawasan wisata di Halmahera Barat seperti yang tersebut di atas adalah sebagai berikut:

Tabel 5-1.     Gambaran Konsep Pembagian Wilayah dan Kawasan Wisata di Halmahera Barat

No.

Kecamatan

Ecotourism

Culturtourism

Coastal & Marine Tourism

Terestrial Tourism

1.

Kecamatan Sahu

Pantai Akelamo

-

Monumen VOC

2.

Kecamatan Sahu Timur

-

Telaga Ranu, Air Terjun

Rumah Adat, Upacara Adat, Tari-tarian

3.

Kecamatan Ibu

Pantai

Telaga, Pemandian air panas, agrowisata

-

4.

Kecamatan Ibu Utara

-

Agrowisata, Telaga

-

5.

Kecamatan Ibu Selatan

Pantai, pemandangan laut

Gunung, agrowisata

-

6.

Kecamatan Jailolo

Pantai Tataleka, Pantai Marimbati

Gunung Jailolo, Air Panas

Desa Idamdehe

7.

Kecamatan Jailolo Selatan

-

-

Wisata sejarah, Makam pahlawan, Cagar Alam

8.

Kecamatan Jailolo Timur

Panorama pantai, pantai Toniku

-

-

9.

Kecamatan Loloda

Teluk Kedi

-

-

 

 

 

2017-06-01 00:00:00
agenda